10 Ajaran Mahatma Gandhi


1. Change Yourself.
"You must be the change you want to see in the world." = Kau sendiri mesti menjadi perubahan seperti yang kauinginkan terjadi dalam dunia ini =

Perubahan mesti dimulai dari diri sendiri. Janganlah mengharapkan perubahan dari dunia luar. Janganlah menunda perubahan diri hingga dunia berubah. Coba perhatikan, dunia ini senantiasa berubah. Dirimu saja yang tidak ikut berubah. Maka, kau menciptakan konflik antara dirimu dan dunia ini.


2. You are in Control.

"Nobody can hurt me without my permission." = Tak seorang pun dapat menyakitiku bila aku tidak mengijinkannya =

Orang yang berhasil mengendalikan dirinya, tak akan terkendali oleh orang lain. Ia tidak bisa dibeli, tidak bisa digoda, tidak bisa dirayu. Ia memiliki kepercayaan diri yang luar biasa.

Janganlah sekali-kali membalas aksi kejahatan dengan kejahatan, kekerasan dengan kekerasan. Karena, setiap orang yang membalas kejahatan dengan kejahatan menjadi jahat. Setiap orang yang membalas kekerasan dengan kekerasan menjadi keras.


3. Forgive and Let it Go.

"The weak can never forgive. Forgiveness is the attribute of the strong.... An eye for eye only ends up making the whole world blind." = Seorang lemah tidak dapat memaafkan. Kemampuan untuk memaafkan hanyalah ada pada mereka yang kuat...... Bila pencungkilan mata dibalas dengan mencungkil mata, maka seluruh dunia akan menjadi buta. =

Dengan memaafkan, kita memperoleh energi yang luar biasa. Energi itu pula yang kemudian menjadi kekuatan kita, menambah semangat kita untuk berjuang demi kebajikan dengan cara yang bajik pula.


4. Without Action You aren't Going Anywhere.

"An ounce of practice is worth more than tons of preaching" = Satu ons tindakan lebih baik dari pada berton-ton dakwah. =


5. Take care of this moment.

"I do not want to foresee the future. I am concerned with taking care of the present. God has given me no control over the moment following." = Aku tidak tertarik untuk melihat apa yang dapat terjadi pada masa depan. Aku tertarik dengan masa kini. Tuhan tidak memberiku kendali terhadap apa yang dapat terjadi sesaat lagi. =

Seperti inilah kejujuran seorang Gandhi. Ia tidak mengaku dapat melihat masa depan. Ia tidak mengaku memperoleh bisikan dari siapa-siapa. Ia mengaku dirinya orang biasa, tidak lebih penting dari orang yang derajatnya paling rendah, paling hina dan dina.  


6. Everyone is Human.

"I claim to be a simple individual liable to err like any other fellow mortal. I own, however, that I have humility enough to confess my errors and to retrace my steps." = Aku hanyalah seorang manusia biasa yang dapat berbuat salah seperti orang lain juga. Namun, harus kutambahkan bahwa aku memiliki kerendahan hati untuk mengakui kesalahan-kesalahanku dan memperbaikinya. =

"It is unwise to be too sure of one's own wisdom. It is healthy to be reminded that the strongest might weaken and the wisest might err" = Mempercayai kebijakan diri saja adalah tindakan yang tidak bijak. Kita mesti ingat bahwa sekuat apa pun diri kita, bisa menjadi lemah; sebijak apa pun diri kita, masih bisa berbuat salah. =


7. Persist.

"First they ignore you, then they laugh at you, then they fight you, then you win." = Awalnya, mereka meremehkanmu, kemudian mereka menertawakanmu, dan melawanmu, lalu engkau keluar sebagai pemenang. =

Jangan menyerah, pantang mundur..... Pun tidak cukup bila kau sekedar bertahan, jangan berhenti, maju terus....    


8. See the Good in People and Help Them.

"I look only to the good qualities of men. Not being faultless myself, I won't presume to probe into the faults of others" = Aku hanya melihat sifat-sifat baik di dalam diri sesama manusia. Karena, diriku sendiri tidak sepenuhnya bebas dari keburukan, maka aku tidak membedah orang lain untuk mencari keburukan mereka. =

"Man becomes great exactly in the degree in which he works for the welfare of his fellow-men" = Manusia menjadi besar selaras dengan kebaikan yang dilakukannya bagi sesama manusia. =

"I suppose leadership at one time meant muscles; but today it means getting along with people" = Barangkali otot menjadi tolok ukur bagi kepemimpinan pada masa lalu. Sekarang, tolok ukurnya adalah hubungan dengan sesama manusia. =

Kasturba, wanita pendamping Mahatma yang setia itu, barangkali bingung mendengar ucapan Sang Mahatma. Maka, pada suatu hari ia bertanya: "Bila memang demikian, kenapa kau ingin mengusir Inggris dari India? Kenapa kita tidak bisa hidup berdampingan dengan mereka?"

Mahatma membisu selama beberapa detik, baru menjawab: "Karena negeri ini adalah negeri kita, dan sudah sepatutnya kita sendiri yang mengurusinya. Mereka tidak perlu mengurusi kita."

"Nonviolence does not signify that man must not fight against the enemy, and by enemy is meant the evil which men do, not the human beings themselves."

Definisi Gandhi tentang ahimsa, non-violence atau paham anti-kekerasan - sungguh sangat jelas: "Tanpa-Kekarasan tidak berarti kita tidak boleh melawan musuh. Hanya saja yang kita musuhi adalah kejahatan yang dilakukan oleh manusia, bukan manusianya." Kita melawan tanpa senjata, tetapi dengan kekuatan logika, rasio, dan di atas segalanya cinta-kasih serta pemaafan.


9. Be Congruent, be Authentic, be Your True Self.

"Happiness is when what you think, what you say, and what you do are in harmony." = Keselarasan antara apa yang kaupikirkan, apa yang kauucapkan dan apa yang kaulakukan - itulah kebahagiaan. =

"Always aim at complete harmony of thought and word and deed. Always aim at purifying your thoughts and everything will be well." = Jadikanlah keselarasan antara pikiran, ucapan, dan tindakan sebagai tujuanmu. Jadikanlah pemurnian pikiran sebagai tujuanmu - maka semuanya akan beres. =



10. Continue to Grow and Evolve.

"Constant development is the law of life, and a man who always tries to maintain his dogmas in order to appear consistent drives himself into a false position." = Perkembangan terus-menerus itulah hukum alam. Seseorang yang ingin bertahan dengan dogma-dogma (lama) untuk menunjukkan konsistensi diri, sesungguhnya berada pada posisi yang salah.=


 
Demikian, sepuluh butir kebijakan yang dipetik dari ajaran Mahatma Gandhi. Beliau bukan seorang nabi, bukan wali, bukan avatar, bukan mesias, bukan buddha, bukan apa-apa.... tetapi seorang mahatma, Sang Jiwa Besar..... Kebesarannya diakui oleh seluruh dunia. Hari kelahirannya telah dideklarasikan sebagai Hari Tanpa-Kekerasan Sedunia (International Day of Non-Violence) oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pada perayaan pertama hari tersebut tahun 2007, Sekjen PBB Ban Ki-moon menyatakan bahwa pesan Mahatma Gandhi semakin relevan. Keterpurukan keadaan dunia saat ini hanya dapat diatasi dengan cara yang digunakan oleh Mahatma - cara Ahimsa, tanpa kekerasan..... Semoga kepercayaan Ban Ki-moon menular kepada kita semua.
 

*Aktivis Spiritual (www.anandkrishna.org, www.aumkar.org, www.californiabali.org)  

5 komentar:

  1. benarkah, kebenaran atas 10 dasar ajaran Ghandi. bisa lebih tau dari mana sumbernya

    BalasHapus
  2. Bayu javaromeo2 Februari 2012 22.58

    ijin Copas ya pak,,,thanks for nice article.

    BalasHapus
  3. izin mengambil inspirasi ya pak . . !

    BalasHapus